Kamis, 27 Juni 2019

Menang Kalah Versi Dunia

Menang Kalah Versi Dunia



Dunia ini wadah ujian dalam keberpihakan terhadap kebenaran, kejujuran dan keadilan. Tidak ada kata kalah dalam kamus ini. Karena kalah sesungguhnya adalah kecurangan sekali pun legal secara konstitusi. Di sinilah ketangguhan dan konsistensi pejuang diuji. Pemahamannya tentang menang kalah tidak selalu duniawi. Mereka yang gugur dianggap syuhada. Mereka yang konsisten dianggap sedang dalam masa tunggu. Mereka sama sekali tidak akan merubah haluan hingga saatnya kembali kepada Allah tiba.

Hakim kata Rasulullah, tidak bisa merubah fakta haram jadi halal. Demikian pula halal menjadi haram. Tugas mereka, memutuskan perkara berdasarkan fakta dominan. Jika mereka mengabaikan fakta dominan itu dengan sengaja; karena faktor keselamatan atau alasan serupa, neraka jelas menunggu. Rasulullah menegaskan, "Siapa pun yang sadar bahwa sebuah harta bukan miliknya. Tapi dia berusaha menguasainya dengan Kecurangan (pintar bersilat lidah dan memalsukan bukti-bukti) sehingga saya (sebagai otoritas kehakiman) memutuskan dirinya sebagai yang berhak; maka ketahuilah itu api neraka yang kuberikan kepadanya". (Hadits Shahih)

Di dunia ini, peluang kejahatan dan kebenaran menang sama. Karena dunia ini ujian. Allah mengizinkan kecurangan menang walau Dia sendiri tak senang. HikmahNya, (1). Menumpuk dosa orang-orang buruk agar terbukti trac record mereka sebagai pemimpin keburukan (aimmatan yad'una ilannar); (2). Diarahkan kepada azab akhirat yang jauh lebih keras; (3). Istidraj. Yaitu sikap merasa benar dalam kesesatan. Sehingga seseorang atau sekelompok orang mati dalam kemunafikan dan kekafiran; (4). Seleksi keimanan antara yang jujur dan munafik (tamhis). (5). Ampunan terhadap dosa dan kesalahan; (6). Peningkatan derajat kemuliaan, khususnya para nabi yang digaransi tak memiliki dosa dan maksiat. (7) agar hidup ini benar-benar menjadi lahan ujian. Krn jika keburukan tidak dibiarkan terjadi, apalagi diblacklist dari kemenangan, tentu dunia ini menjadi surga semata tanpa ada makna ujian.  Poin 4-6 hikmah khusus untuk kalangan beriman dengan kemenangan kelompok kebatilan. Poin 7 hikmah bersama antara pendukung kebenaran dan kelompok kecurangan; kapan pun dan di mana pun.

Dalam kamus perjuangan Islam, hanya ada dua prinsip; hidup mulia atau mati syahid. Mulia karena bersama kejujuran dan para pendukungnya. Mati syahid karena berjuang menolak kezhaliman dan penipuan. Maka keputusan hakim legal secara duniawi. Muslim konsisten hanya bisa dikuasai fisiknya oleh sistem korup, tapi hatinya tetap merdeka bersama Allah. Setiap kali Allah menutup satu pintu dengan hikmahNya,  pasti Dia akan membuka beragam pintu lain karena kasih sayangNya.

Hasbunallah Wanikmalanikmal Wakil, Nikmah al-Maula Wanikmah an-Nashir. Ikfina Syarrahum Bima Syi'ta Ya Qawiy Wa Ya Aziz. Allahumma amiiiin.

Selamat menikmati perjuangan menuju sumber dan hakikat kebenaran (Allah Ta'ala). (Idrus Abidin)
Share:

0 comments:

Posting Komentar