Menang Kalah Versi Dunia

Hormati Keputusan MK Prabowo Tetap Cari Celah Hukum

PPMI:Cetak Pengusaha Sukses Dengan Amal Shaleh

Pernyataan Forum Umat Islam (FUI) Terkait Video Wanita Membawa Anjing Ke Dalam Masjid

PEMILU 2019 : Seruan dan Himbauan Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia

Kamis, 26 September 2019

PARADE TAUHID INDONESIA 2019 BERUBAH MENJADI AKSI MUJAHID 212 SELAMATKAN NKRI

PARADE TAUHID INDONESIA 2019 BERUBAH MENJADI AKSI MUJAHID 212 SELAMATKAN NKRI

aksi 212

Koranmuslim.com - Parade Tauhid Indonesia 2019 yang sedianya akan diselenggarakan Sabtu tanggal 28 September 2019 berganti nama menjadi Aksi Mujahid 212 Selamatkan Negeri. 

Menurut ketua panitia ust. Edy Mulyadi, perubahan juga terjadi pada titik kumpul dan rute aksi. Jika sebelumnya peserta berkumpul di Jl. Asia Afrika, Senayan, pukul. 06.00 bergerak ke Monas diubah menjadi titik kumpul di Bundaran HI mulai pukul 08.00 WIB bergerak menuju Istana.

"Perubahan nama dan rute ini terjadi untuk menyesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi yang dinamis. Dengan perubahan ini kami ingin kembali menegaskan, bahwa ummat Islam bersama arus besar perubahan yang digelorakan mahasiswa dan para pelajar SMU. Kami ingin memberikan kontribusi maksimal untuk perubahan Indonesia manjadi lebih baik," kata Edy.   

Dia menjelaskan, hal yang menjadi dasar pertimbangan perubahan tersebut antara lain, 

Pertama, aksi mahasiswa masih dihadapi oleh aparat dengan sikap represif hingga menimbulkan korban luka, hilang, bahkan ada yang meninggal dunia. 

Kedua, munculnya aksi para pelajar sebagai sebuah fenomena yang sebelumnya tidak pernah terjadi dalam ekskalasi politik di negeri ini. Aksi yang berlangsung spontan dan tanpa komando yang jelas ini pun berakhir ricuh dan diamankannya ratusan pelajar oleh pihak aparat.

Ketiga, kerusuhan di Wamena, Papua, dengan korban puluhan jiwa dan eksodus warga pendatang keluar dari wilayah tersebut.

Keempat, bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang tidak tertangani dengan cepat dan tepat oleh Pemerintah, telah menyebabkan ratusan ribu warga terkena pekatnya asap dan menderita sakit infeksi pernapasan (Ispa). Bencana asap juga telah merenggut korban jiwa. 

"Berbagai kondisi ini menunjukkan negeri kita tidak dalam keadaan baik-baik saja. Ada yang salah dalam mengelola dan mengurus negara yang kita cintai ini. Singkat kata, pemerintah telah gagal," ujar Edy. 

Selanjutnya, Panitia “AKSI MUJAHID 212 SELAMATKAN NKRI”, mengajak ummat Islam dan seluruh anak bangsa baik mahasiswa, pelajar, ormas Islam dan emak-emak militan serta seluruh ummat Islam untuk hadir dan bergabung bersama untuk menyuarakan ketidakadilan dan menegakkan kebenaran di negeri ini. 

"Dengan semangat MUJAHID 212 mari kita kembali bersama-sama lakukan perubahan untuk Indonesia yang lebih baik. Aksi Mujahid 212 untuk selamatkan NKRI," pungkas Edy. [*] 

Share:

Rabu, 04 September 2019

IDC Sukses Gelar Bakti Sosial Bersama RSUD Kota Bekasi di Cabangbungin

IDC Sukses Gelar Bakti Sosial Bersama RSUD Kota Bekasi di Cabangbungin


infaq dakwah center bekasi



Koranmuslim.com -Infaq Dakwah Center (IDC) bekerjasama dengan RSUD dr Chasbullah Abdul Majid Kota Bekasi menggelar bakti sosial untuk kalangan dhuafa di Kampung Lenggah Sari, Cabang Dua Ujung, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Ahad (1/9/2019).



Bakti sosial tersebut berupa: pengobatan gratis, penyaluran air bersih, dan penyerahan bantuan dakwah untuk rumah tahfidz, majelis taklim dan sarana belajar Yayasan Sahabat Peduli Ummat Muara Gembong.





Kepala RSUD Kota Bekasi, dokter Kusnanto Saidi melepas keberangkatan tim baksos dari halaman RSUD pukul 07.30 WIB.  Pada kesempatan ini, Kusnanto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya bakti sosial ini.



"Alhamdulillah, hari ini RSUD bersama IDC, Infaq Dakwah Center melakukan bakti sosial. Bantuan sosial kepada saudara-saudara kita yang berada di Muara Gembong, karena hari ini, bulan ini atau musim kemarau, seperti biasa saudara-saudara kita di sana mengalami kekurangan air, ada beberapa yang bisa di bawa ke sana," kata Kusnanto dalam sambutannya.



Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah kerjasama berbagai pihak demi membantu masyarakat dhuafa yang membutuhkan bantuan.



"Ini adalah kerjasama dan kolaborasi antara RSUD, IDC dan sahabat-sahabat lainnya, ada beberapa hal, baksos, pengobatan, dan pemberian air bersih dan lain sebagainya. Saya rasa ini adalah hal yang sangat baik, dan harus terus berjalan dengan baik, harus kontinyu. Mudah mudahan ini bisa menjadi pahala buat kita semua, para donatur dan teman teman yang hadir di sana dan menyenangkan seluruh masyarakat Muara Gembong dan sekitarnya," ungkap Kusnanto.





Sebelum dimulai pengobatan gratis serta distribusi air bersih, tim relawan menyerahkan bantuan dana untuk pembangunan Rumah Tahfidz dan Majlis Taklim, berikut sarana belajar anak anak santri TPQ di Yayasan Sahabat Peduli Ummat - Muara Gembong. Dokter Fahmi Ahmad Muslim mewakili tim relawan menyerahkan secara simbolis dana bantuan tersebut.





Warga Antusias

Warga menyambut baik gelaran bakti sosial IDC dan RSUD Kota Bekasi ini. Pada pengobatan gratis, warga mengantri untuk diperiksa serta diberi obat. Boin (55) misalnya yang sehari-hari menggembala kambing. Ia memanfaatkan kesempatan pengobatan gratis karena merasakan sakit di bagian dengkul linu-linu dan juga di bagian leher.



"Rumah saya agak jauh dari sini pak, tahu ada pengobatan juga dari tetangga. Ya kepengen waraslah sehat-sehat seperti biasa, kalau sudah sehat bisa aktifitas ngangon-ngangon lagi, gak ada hambatan," kata Boin kepada salah seorang relawan IDC.



Sementara itu, Kanim (62 tahun) mengaku terbantu dengan pengobatan gratis ini. “Alhamdulillah, kesannya enak, pelayanan baik, obat-obatannya bagus-bagus. Ya masyarakat sini kalau sakit berobatnya jauh, paling ke bidan. Saya sendiri sebagai marbot di masjid, terbantu ada pengobatan massal ini," ungkap Kanim.



Pengobatan gratis ini diikuti 105 orang. Keluhan warga yang berobat diantaranya: pusing kepala, batuk, demam, gatal-gatal, sakit pinggang, serta encok.





Penyaluran Air Bersih

Kondisi air Desa Lenggah Sari Cabang Dua, Cabangbungin, Kabupaten Bekasi sangat tidak layak terutama saat musim kering. Menurut warga sekitar jika musim kemarau panjang sangat sulit untuk bertani, bahkan airnya pun tidak bisa digunakan mencuci, rasanya asin, warnanya kehijau-hijauan.



Antrian warga dengan jerigennya masing-masing terlihat padat saat relawan IDC keliling menemui warga yang sedang sabar mengantri pembagian air bersih, maklum untuk kebutuhan sehari-hari air sangat penting, apalagi keperluan minum dan bersuci yang tidak bisa ditinggalkan setiap manusia. Bantuan tanki air yang didatangkan bagi warga sekitar Desa Lenggah Sari, Cabang Dua Ujung, Cabangbungin ini sangat dirasakan manfaatnya.*
Share: